Cadar, adalah Syariat yang mulia..
Wanita bercadar berarti sedang mengamalkan satu diantara syariat islam yang mulia. secara fiqih, hukumnya SUNNAH. walau ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa cadar hukumnya Wajib. yang pasti, cadar adalah syi’ar diantara syi’ar-syi’ar islam. Disamping istri-istri Nabi pun umumnya memang bercadar (sebagaimana riwayat-riwayat shahih yang sampai kepada kita). hanya kalangan zindiq munafiq (liberal-sekuler) yang menolak syari’at bercadar.
Wanita bercadar berarti sedang mengamalkan satu diantara syariat islam yang mulia. secara fiqih, hukumnya SUNNAH. walau ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa cadar hukumnya Wajib. yang pasti, cadar adalah syi’ar diantara syi’ar-syi’ar islam. Disamping istri-istri Nabi pun umumnya memang bercadar (sebagaimana riwayat-riwayat shahih yang sampai kepada kita). hanya kalangan zindiq munafiq (liberal-sekuler) yang menolak syari’at bercadar.
Tetapi yang menjadi MUSIBAH adalah, ketika seorang wanita mencadari mukanya tetapi tidak ‘mencadari’ lisannya. Alhasil, ia menjadi makhluq tak bermoral dan berjiwa kotor. merusak citra islam dan men-cederai keindahan SUNNAH yang mulia. Disini bisa kita tarik kesimpulan bahwa wanita bercadar dan berhijab lebar BUKAN UKURAN wanita itu memiliki moral dan berakhlaq mulia. Seorang pelacur saja bisa masuk surga disebabkan hatinya yang lembut dan mulia sehingga memunculkan rasa iba kepada seekor anjing. demikian pula seseorang yang tekun ber-ibadah dan paling rajin mengamalkan sunnah dimasukkan dalam neraka dengan penuh kehinaan dan menjadi muflis (bangkrut) di akhirat disebabkan lisannya yang tak terjaga.
Benarlah kata baginda Rasulullah bahwa ada dua alat inti yang menyebabkan manusia di seret ke dalam neraka=> yang berada diantara dua paha’ (yaitu kemaluan) dan yang berada diantara dua bibir (yaitu LISAN) !
Any way, penampilan zhahir tidak bisa menjadi ukuran akan bersihnya ruang batin seseorang. Cadar, jenggot, celana cingkrang, jubah, dan sorban; BUKANLAH TOLAK UKUR MORALITAS SESEORANG. tetapi ia hanya sekedar amal zhahir/penampilan luar yang mesti ditopang dengan kekuatan iman dan ilmu yang shahih. Karena sejatinya, teko itu mengeluarkan isi. Jika ruang hati itu baik, maka akan baik yang keluar dari lisan dan tulisannya. Jika yang keluar dari lisan dan tulisannya tidak baik, itu menunjukkan isi hatinya yang dipenuhi kotoran dan penyakit. buruknya akhlaq sudah pasti disebabkan iman yang cacat. karena sejatinya, aqidah yang baik akan melahirkan akhlaq yang baik. sebab Aqidah dan akhlaq adalah sebuah kolerasi/satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Fakta lapangan telah membuktikan, keindahan SUNNAH ini telah dirusak dan dikotori oleh kelakuan sekelompok “maffia-maffia berjenggot” & segelintir wanita bercadar yang mengaku “pendaki Sunnah” sehingga mereka menjadi sumber fitnah dan kerusakan di tengah kehidupan. Maka pantaslah mereka disebut TALAFI. Talafi adalah bahasa arab, secara terminologi artinya PERUSAK SUNNAH/PERUSAK KEINDAHAN ISLAM.
Nas-alullah Al-‘Aafiyah Wa Salamah.
Maaher At-Thuwailibi
