MEWASPADAI ORGANISASI TANPA BENTUK (OTB) DI INDONESIA..
Mereka adalah organisasi tanpa bentuk yang sangat ter-organisir dengan rapi; walau tanpa ketua, tanpa sekretaris , tanpa bendahara, tanpa ketua cabang, tanpa ketua ranting, dll. Anggota pendukungnya terdiri dari relawan lugu lagi bodoh yang sangat diperbudak oleh dunia dan popularitasnya.
Melihat dan mencermati cara-cara mereka dari waktu ke waktu dalam menghina ulama, menjatuhkan kehormatan para tokoh agama, meretakkan ukhuwah, menghina pembawa suara khilafah, mencerca pembawa panji jihad dengan tuduhan bughot, khawarij, dan cara-cara mereka mereduksi nilai-nilai Islam secara massive. Mereka meyakinkan pengikutnya dengan mendatangkan “SYAIKH-SYAIKH” daro timur tengah untuk mendukung ‘sesembahannya’ yang mereka nobatkan dan mereka paksakan sebagai “ulil amri”. Dari semua fakta ini, maka sangat besar kemungkinan mereka adalah bagian dari OPERASI INTELIJEN, semua ini mereka lakukan dengan sistematis dan terorganisir. Mereka menebarkan kejahatannya dalam bentuk kerancuan berpikir (SYUBHAT) yang terbungkus rapi dalam kemasan aneka taushiyah, gambar-gambar dalam bentuk meme, bantahan sosmed, aneka tipu daya berkemas agama. Ketika ummat bangkit dan mulai sadar atas bahaya mereka terhadap stabilitas negara, mereka berlaku layaknya fihak yang terzhalimi dan mendoktrin para followersnya dengan doktrin “ujian menggenggam sunnah seperti memegang bara api”.
Loyalis mereka berkeliaran di masjid-
masjid dan di grup-grup WA, padahal di kajian masjid yang selain ustadznya pengikut fanatik mereka tidak pernah datang. Mereka masuk di grup-grup WA hanya untuk menyebarkan info-info kajian dari ustadz-ustadz dari kalangannya saja yang ber-iklan “manhaj”, “ulil amri” dan “sunnah” menurut versi mereka. Mereka juga memiliki akun-akun media sosial anonim yang bertugas menyebar syubhatnya, ada produsen meme, ada produsen taushiyah dalam bentuk video kontroversial, ada pula iklan-iklan kajian manhaj dan sunnah menurut yang mereka pahami.
masjid dan di grup-grup WA, padahal di kajian masjid yang selain ustadznya pengikut fanatik mereka tidak pernah datang. Mereka masuk di grup-grup WA hanya untuk menyebarkan info-info kajian dari ustadz-ustadz dari kalangannya saja yang ber-iklan “manhaj”, “ulil amri” dan “sunnah” menurut versi mereka. Mereka juga memiliki akun-akun media sosial anonim yang bertugas menyebar syubhatnya, ada produsen meme, ada produsen taushiyah dalam bentuk video kontroversial, ada pula iklan-iklan kajian manhaj dan sunnah menurut yang mereka pahami.
Banyak orang yang baru belajar terjebak dalam lingkaran mereka dan susah keluar dari lingkaran mereka. Mereka mengajak umat menjauh dari masjid karena alasan ustadznya “tidak sunnah” selain kelompok mereka saja. Untuk mem-back up kekuatan ‘dakwah’-nya, mereka membuat kajian-kajian di rumah orang-orang kaya yang lugu dan bodoh yang bisa di peralat atas nama “kekokohan manhaj” dan sunnah...
Dan orang yang lugu banyak yang terbawa karena kepolosannya dalam mencari ilmu, pengikutnya banyak dari kalangan pedagang dan orang awam/ baru belajar yang sangat lugu dalam mencerna informasi. Banyak masjid yang jika di masuki oleh kelompok atau loyalis mereka, pengurusnya jadi kisruh, jamaahnya berpecah belah dan atas kejadian ini mereka berdalil dengan dalih: “ketika tauhid datang maka pelaku kesyirikan akan otomatis berpecah belah”.
Waspadalah .... jangan terjebak akhlaq palsunya untuk menipu kita semua yang berujung pecah-belah di antara kaum muslimin hingga akhirnya hilanglah kekuatan kita dan tercapailah tujuan mereka membantu musuh-musuh Islam. Mereka adalah DURI DALAM DAGING & MENGGUNTING DALAM LIPATAN yang menguji kesabaran kita, menguji ukhuwah di antara kita. Mereka barisan yang selalu keluar dari mayoritas umat Islam yang bersepakat dalam merajut persatuan umat.
Semoga kita bisa menjaga masjid kita dari makar mereka. Lugu boleh bodoh jangan.
Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashiir.
Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashiir.
#analisa dari pojokan dapur
#pastikan posisi kita bukan bagian dari mereka
#muslim bersatu akan kuat.
#gosip atau fakta? buktikan dilapangan.
#pastikan posisi kita bukan bagian dari mereka
#muslim bersatu akan kuat.
#gosip atau fakta? buktikan dilapangan.
Ummu Sumayyah As-Salafiyyah
